ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.A DENGAN HIPERTENSI
DI DESA BANGUNJIWO BANTUL
D.I YOGYAKARTA
Oleh:
Esa Kartika
NIM.200300731
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ALMA ATA YOGYAKARTA
2020
|
A.
PENGKAJIAN |
I.
IDENTITAS
Nama : Tn.A
Umur : 60
tahun
Jenis Kelamin :
Laki-laki
Agama :
Islam
Status Perkawinan : Menikah
II.
STATUS KESEHATAN SAAT INI
Keluhan utama yang dirasakan oleh lansia saat ini adalah
klien mengatakan setiap malam masuk kamar untuk tidur sekitar jam 23.00 dan sulit
untuk memulai tidur. Klien mengatakan sudah terbisa dengan jam tidur tersebut
karena hal ini telah berlangsung lama sejak mengkonsumsi obat anti hipertensi
dan terkadang sulit tetap merasa antusias untuk menyelesaikan sesuatu.
III.
PENYAKIT SAAT INI
Hipertensi
IV.
PENYAKIT MASA LALU
a.
Penyakit
Klien pernah menjalani eksisi pterygium pada tahun 2017.
b.
Alergi
Klien tidak memiliki alergi terhadap obat-obatan dan
makanan tertentu.
c.
Kebiasaan
Klien mengatakan suka minum kopi 4 gelas besar dalam
sehari.
V.
RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
Klien mengatakan orangtua meninggal karena usia tua,
kakak perempuan pertama meninggal karena usia tua, kakak laki-laki pertama dan kedua
meninggal karena stroke, dan adik perempuan meninggal karena kanker payudara.
Genogram
VI.
PENGKAJIAN SISTEM
a.
Keadaan Umum
Keadaan umum baik, dapat melakukan aktifitas berjalan
secara mandiri tanpa bantuan alat, dan berkomunikasi dengan baik.
TD : 150/80 mmHg,
N : 73 x/menit
R : 18x/menit
b.
Integumen
Kulit tampak keriput dan tidak terdapat kelainan pigmentasi.
c.
Kepala
Mesochepal, keadaan rambut bersih.
Tidak terdapat benjolan dan tidak ada keluhan nyeri kepala.
d.
Mata
Tampak simetris, sklera tidak ikterik, tidak tampak
pterygium, konjungtiva tidak anemis, tidak ada katarak pada lensa mata.
e.
Telinga
Tampak simetris dan bersih. Tidak ada benjolan dan
nyeri
f.
Mulut dan tenggorokan
Mukosa mulut lembab, keadaan mulut tampak bersih, 3
gigi sudah tanggal, dan tidak ada nyeri menelan.
g.
Leher
Normal, tidak ada pembesaran tiroid
h.
Sistem Pernafasan
Bentuk dada simetris, pergerakan dada kanan dan dada
kiri normal, bernafas spontan dengan hidung, dan hasil penghitungan RR 18 x/menit.
Tidak ada nyeri tekan dan tidak ada kelainan pada dada. Suara perkusi dada
sonor pada kedua lapang paru. Suara pernafasan vesikuler (tidak ada bunyi
abnormal pada auskultasi)
i.
Sistem Kardiovaskuler
Tekanan darah 150/80 mmHg, CRT ≤ 2 detik, hasil inspeksi menunjukkan iktus cordis tidak
terlihat. Suara perkusi jantung redup. Frekuensi nadi 73 x/menit dan tidak ada
nyeri. Suara jantung normal S1 dan S2 (tidak ada bunyi tambahan pada auskultasi)
j.
Sistem Gastrointestinal
Nafsu makan klien baik, makan 3 x/hari sebanyak 1
centong nasi dan ditambah sayur serta lauk. Klien sudah membatasi asupan garam.
Pasien minum air putih ± 5 gelas air
putih dalam sehari dan 4 gelas besar kopi sehari. Tampak klien minum kopi menggunakan
gelas ukuran besar Bentuk abdomen simetris dan tidak ada asites. Hasil perkusi abdomen
timpani dan tidak ada nyeri tekan. TB = 1,78 meter, BB = 68, IMT = 22 (normal).
k.
Sistem Perkemihan
Tidak terjadi inkontinensia urin dan retensi urin.
Klien tidak mengalami kesulitan dan nyeri saat berkemih.
l.
Sistem muskuloskeletal
Tidak ada keluhan nyeri persendian ROM aktif pada
ekstremitas atas dan bawah. Kekuatan otot :
![]()
5 5
5
5
m.
Sistem Syaraf Pusat
Klien bisa membedakan bau-bauan yang berbeda, klien
membaca dengan bantuan kacamata baca tetapi klien lupa ukuran lensa yang
digunakan. Gerakan mata normal, klien dapat mengekspresikan wajah sedih dan
senang, bisa membedakan rasa, tidak ada nyeri menelan, klien tidak mengalami
kelemahan otot, dan klien dapat menggerakkan lidah.
VII. TERAPI
Klien mengkonsumsi obat anti
hipertensi:
-
Amlodipin 5 mg/24 jam/oral
-
Bisoprolol 5 mg/24 jam/oral
Klien
mengatakan terkadang lupa minum obat dengan frekuensi lupa minum obat ≤ 2 kali seminggu.
VIII. PENGKAJIAN KHUSUS
a.
Nyeri
Klien tidak merasakan nyeri
b.
Pengkajian Inkontinensia Urin Akut
Klien tidak mengalami inkontinensia
c.
Psikososial
Kemampuan sosial klien baik, rutin mengikuti kegiatan RT dan merasa puas dengan lingkungan sosialnya.
d.
Masalah Emosional
Klien mengalami kesulitan memulai tidur bukan
kesulitan tidur dan pada pertanyaan tahap dua klien menjawab “tidak“ untuk
seluruh pertanyaan, sehingga dapat disimpulkan klien tidak mengalami masalah
emosional.
e.
Fungsional
1)
KATZ Indeks
Jumlah skor hasil pengkajian menggunakan KATZ indeks
adalah 6. Skoring 6 menunjukkan klien mandiri penuh melakukan mandi,
berpakaian, ke toilet, berpindah, kontinen, dan makan.
2)
Bartel Indeks
Hasil pengkajian diperoleh skor 100 yang dapat
diartikan bahwa klien mandiri dalam melakukan makan, mandi, personal care (wajah dan rambut), berpakaian,
bowels, bladder, ke toilet, transfer, mobility,
dan tangga.
f.
Resiko Jatuh
The Timed Up and
Go (TUG) Test
Hasil pengkajian menunjukkan klien berdiri dari kursi,
berjalan kurang lebih 3 meter, kembali ke kursi, dan duduk kembali yang
dilakukan selama 13 detik. Menurut Jacobs & Fox , 2008 (1) jika skor ≤ 14 detik maka 87% tidak ada resiko tinggi untuk jatuh.
g.
Kognitif
1)
Short Portable
Status Mental Questioner (SPSMQ)
Hasil identifikasi tingkat kerusakan intelektual
dengan menggunakan SPSMQ diperoleh hasil seluruh jawaban klien tidak ada yang
salah, sehingga dapat disimpulkan fungsi intelektual klien utuh.
2)
Mini Mental
Status Exam (MMSE)
Identifikasi
aspek kognitif klien dari fungsi mental dengan menggunakan MMSE pada aspek
orientasi, registrasi, perhatian, kalkulasi, mengingat kembali, dan bahasa
menunjukan hasil nilai yang diperoleh yaitu 27, berarti dapat diinterpretasikan
bahwa aspek kognitif dan fungsi mental klien baik.
h.
Depresi
1)
Inventaris Depresi Beck
Hasil pengkajian depresi menggunakan kuesioner
inventaris depresi Beck diperoleh nilai klien adalah 3, sehingga dapat
diinterpretasikan bahwa klien tidak ada depresi.
2)
Skala Depresi Geriatrik
Pengkajian skala depresi geriatrik pada klien
menunjukkan nilai 2 yang berarti klien normal dan tidak mengalami depresi.
i.
Gangguan Tidur
Pitsburgh Sleep
Quality Index (PSQI)
Hasil pengkajian gangguan tidur menggunakan PSQI pada
komponen kualitas tidur secara subjektif, latensi tidur, durasi tidur,
efisiensi kebiasaan tidur, gangguan tidur, penggunaan obat tidur, disfungsi
aktifitas siang hari, diperoleh total skor tujuh komponen tersebut adalah 9
yang berarti klien berada pada kategori kualitas tidur buruk.
j.
Resiko Dekubitus
1)
Braden Scale
Pengkajian resiko dekubitus pada klien menggunakan Braden Scale memperoleh hasil variabel
persepsi sensori klien tidak terbatas, kelembaban kering, aktivitas jalan
keluar rumah, mobilisasi sering berjalan, nutrisi sempurna, friction dan shear tidak ada masalah, dengan total skor keseluruhan variabel adalah
23. Hasil tersebut menunjukkan klien termasuk kategori tidak ada risiko
dekubitus.
2)
Norton Scale
Pengkajian risiko dekubitus menggunakan Norton scale pada klien memperoleh hasil
variabel kondisi fisik baik, kesadaran CM, aktivitas mandiri, mobilitas bebas,
inkontinensia tidak ada dengan total skor keseluruhan variabel adalah 20 yang
berarti dapat disimpulkan klien berada pada kategori risiko rendah ulkus dekubitus.
k.
Kualitas Hidup
Pada pengkajian kualitas hidup klien diperoleh hasil
skor 85, skor >60 menunjukkan kualitas hidup lansia berada di kategori baik.
l.
Penelantaran pada Lansia
Hasil pengkajian penelantaran pada lansia menunjukkan
hasil klien tidak mengalami seluruh jenis penelantaran pada lansia
(penelantaran finansial, psikologis, dan tenaga kesehatan).
|
B. ANALISA DATA |
|
No |
Data
Fokus |
Problem |
Etiologi |
|
1 |
DS: -
Klien
mengatakan setiap malam masuk kamar untuk tidur sekitar jam 23.00 -
Klien
mengatakan sulit untuk memulai tidur -
Klien
mengatakan hal ini terjadi sejak mengkonsumsi obat anti hipertensi -
Klien
mengatakan sudah terbiasa dengan jam tidurnya -
Klien
mengatakan terkadang sulit tetap merasa antusias untuk menyelesaikan sesuatu DO: -
Hasil
pengkajian kualitas tidur menggunakan Pitsburgh
Sleep Quality Index (PSQI) diperoleh hasil Skor PSQI 9 =
kualitas tidur buruk -
Klien
mengkonsumsi obat anti hipertensi: Amlodipin 5 mg/24 jam/oral Bisoprolol 5 mg/24 jam/oral |
Insomnia |
Agen
farmakologis |
|
2. |
DS: -
Klien
mengatakan terkadang lupa minum obat -
Klien
mengatakan frekuensi lupa minum obat ≤ 2 kali seminggu -
Klien
mengatakan suka minum kopi 4 gelas besar dalam sehari DO: -
Tampak
klien minum kopi menggunakan gelas ukuran besar |
Risiko
ketidakstabilan tekanan darah |
Faktor risiko: -
Tidak
konsisten dengan program pengobatan -
Asupan
kafein yang tinggi dalam sehari |
|
C. DIAGNOSA KEPERAWATAN |
Prioritas diagnosa keperawatan:
1.
Insomnia berhubungan dengan agen farmakologis
2.
Risiko ketidakstabilan tekanan darah dengan faktor risiko
tidak konsisten dengan program pengobatan dan asupan kafein yang tinggi dalam
sehari
|
D. NURSING CARE PLAN |
|
No |
Diagnosa |
NOC |
NIC |
||||||||||||||||||||||
|
1. |
Insomnia
berhubungan dengan agen farmakologis |
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 2 kali pertemuan diharapkan insomnia
klien dapat teratasi dengan kriteria hasil: Tidur (0004)
Keterangan: A= Awal T= Target
|
Peningkatan Tidur (1850): -
Jelaskan
pentingnya tidur yang cukup -
Anjurkan
klien untuk memantau pola tidur -
Anjurkan
klien untuk menghindari makanan sebelum tidur dan minuman yang mengganggu
tidur -
Ajarkan
klien bagaimana melakukan relaksasi otot progresif -
Diskusikan
dengan klien dan keluarga mengenai teknik untuk meningkatkan tidur Terapi Musik (44000): -
Pertimbangkan
minat klien pada musik -
Identifikasi
musik yang disukai klien -
Pilih
musik-musik yang tertentu yang mewakili musik yang disukai klien -
Batasi
stimulasi eksternal -
Pastikan
volume adekuat dan tidak terlalu keras |
||||||||||||||||||||||
|
2. |
Risiko
ketidakstabilan tekanan darah dengan faktor risiko tidak konsisten dengan
program pengobatan dan asupan kafein yang tinggi dalam sehari |
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 2 kali pertemuan diharapkan faktor
risiko dapat dihilangkan dengan kriteria hasil: Manajemen Diri:
Hipertensi (3107)
Keterangan: A= Awal T= Target
|
Pengajaran Peresepan Obat-Obatan (5616): -
Informasikan
klien konsekuensi tidak mengkonsumsi obat -
Libatkan
keluarga/ orang terdekat Pengajaran: Peresepan Diet (5614): -
Instruksikan
klien untuk menghindari makanan yang dipantang dan mengkonsumsi makanan yang
diperbolehkan -
Libatkan
keluarga Relaksasi otot progresif (1460): -
Jelaskan
tujuan dan proses teknik pada klien -
Instruksikan
pasien untuk memakai pakaian yang nyaman dan tidak ketat -
Memilih
seting yang tenang dan nyaman -
Berhati-hati
untuk mencegah interupsi -
Instruksikan
klien untuk duduk di kursi pada permukaan yang nyaman -
Lakukan
relaksasi otot progresif |
|
E. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI |
|
No |
Diagnosa |
Hari, Tanggal |
Jam |
Implementasi |
Evaluasi |
Paraf |
||||||||||||||||
|
1. |
Insomnia berhubungan dengan agen farmakologis |
Kamis, 5 November 2020 |
11.30 WIB |
1. Memberikan
penjelasan kepada klien tentang pentingnya tidur yang cukup 2. Menganjurkan
klien untuk memantau pola tidur 3. Menganjurkan
klien untuk menghindari makanan sebelum tidur dan minuman yang mengganggu
tidur 4. Mendiskusikan
dengan klien dan keluarga mengenai teknik untuk meningkatkan tidur 5. Mengajarkan
klien bagaimana melakukan relaksasi otot progresif 6. Mempersiapkan
klien untuk melakukan terapi musik secara mandiri dengan tahapan: -
Mempertimbangkan minat klien pada
musik -
Mengidentifikasi musik yang disukai
klien -
Memilih musik-musik yang yang
mewakili musik yang disukai klien -
Mengingatkan klien dan keluarga untuk
memastikan volume adekuat dan tidak terlalu keras |
Kamis 5 November 2020 Jam 16.00 WIB S: -
Klien mengatakan memahami pentingnya tidur
yang cukup untuk kesehatannya dan akan berusaha meningkatkan kualitas
tidurnya -
Klien mengatakan akan memantau pola
tidurnya mulai malam ini -
Klien mengatakan akan menghindari
makanan dan minuman yang bisa menggangu tidur -
Klien mengatakan sebentar malam akan
memutar lagu kesukaannya sebagai pengantar tidur O: -
Klien memahami apa yang disampaikan
dan antusias berusaha mengatasi insomnia -
Klien aktif bertanya jika ada yang
tidak dipahami TTV Tn.A TD: 150/80 mmHg, N: 70 x/menit, R: 18x/menit A: Insomnia belum teratasi Tidur (0004)
P: Lanjutkan intervensi latihan relaksasi otot progresif dan
terapi musik |
|
||||||||||||||||
|
2. |
Risiko
ketidakstabilan tekanan darah dengan faktor risiko tidak konsisten dengan
program pengobatan dan asupan kafein yang tinggi dalam sehari |
Kamis, 5 November 2020 |
11.30 WIB |
1. Menginformasikan klien konsekuensi tidak
mengkonsumsi obat 2. Melibatkan keluarga untuk membantu
mengingatkan klien agar minum obat 3. Menginstruksikan klien secara bertahap menghentikan
konsumsi kafein hal ini dikarenakan konsumsi kafein 4. Melibatkan keluarga 5. Melatih klien untuk melakukan relaksasi
otot progresif dengan bantuan media video dengan tahapan: -
Menjelaskan
tujuan dan proses teknik pada klien -
Menginstruksikan
pasien untuk memakai pakaian yang nyaman dan tidak ketat -
Memilih
seting yang tenang dan nyaman -
Berhati-hati
untuk mencegah interupsi -
Menginstruksikan
klien untuk duduk di kursi pada permukaan yang nyaman -
Memutar
video tutorial dan mendampingi klien saat melakukan relaksasi otot progresif -
Memonitor
indikator tidak adanya kondisi rileks, misalnya pergerakan, pernafasan yang
sulit, nafas sulit, bicara dan batuk -
Memberikan
waktu bagi klien untuk mengekspresikan perasaan terkait dengan intervensi -
Mendukung
klien untuk mempraktikkan sesi secara teratur 6. Memberikan video tutorial cara melakukan
relaksasi otot progresif kepada klien |
Kamis 5 November
2020 Jam 16.00 WIB S: -
Klien
memahami konsekuensi jika tidak mengkonsumsi obat sesuai dengan aturan dan
berjanji akan meminta keluarga untuk memasang pengingat di HP agar tidak lupa -
Klien
berjanji akan secara bertahap menghentikan minum kopi -
Klien
mengatakan akan melihat video tutorial relaksasi otot progresif kembali saat
waktu luang sehingga bisa melakukannya besok O: -
Klien
memahami apa yang disampaikan perawat -
Klien
mampu melakukan relaksasi otot progresif sesuai arahan -
Klien
aktif bertanya jika ada yang tidak dipahami TTV Tn.A TD: 150/80
mmHg, N: 70 x/menit, R: 18x/menit A: Faktor risiko
belum hilang
P: -
Melibatkan
keluarga dalam mengingatkan klien untuk secara bertahap menghentikan konsumsi
kopi -
Lanjutkan
intervensi relaksasi otot progresif |
|
|
CATATAN PERKEMBANGAN |
|
No |
Diagnosa |
Hari,
Tanggal |
Implementasi |
Evaluasi |
||||||||||||||||
|
1. |
Insomnia
berhubungan dengan agen farmakologis |
Jumat, 6 November 2020 Jam 08.00 WIB |
1. Monitoring pola tidur oleh klien secara
mandiri 2. Mendampingi klien dalam melakukan relaksasi
otot progresif 3. Monitoring pelaksanan terapi musik yang
dilakukan klien secara mandiri |
Jumat 6 November
2020 Jam 11.00 WIB S: -
Klien
mengatakan semalam memutar lagu kesukaannya sebagai pengantar tidur -
Klien
mengatakan semalam jam 21.00 sudah masuk ke kamar untuk tidur dan setelah itu
klien tidur nyenyak sampai jam 04.30 -
Klien
mengatakan masih sulit untuk memulai tidur, tetapi jam mulai tidur klien
sudah tidak selarut seperti sebelumnya O: -
Klien
melakukan terapi musik secara mandiri -
Skor
PSQI 6 -
Hasil
skor PSQI menunjukkan skor ≥ 5 yang berarti kualitas tidur masih buruk, tetapi
terjadi penurunan skor menunjukkan adanya perbaikan kualitas tidur klien,
khususnya pada komponen durasi tidur yang menunjukkan adanya peningkatan
lamanya pasien tidur TTV Tn.A TD:
140/80 mmHg, N: 70 x/m, R: 18x/m A: Insomnia
teratasi sebagian Tidur (0004)
P: Pertahankan latihan
relaksasi otot progresif dan terapi musik |
||||||||||||||||
|
2. |
Risiko ketidakstabilan
tekanan darah dengan faktor risiko tidak konsisten dengan program pengobatan
dan asupan kafein yang tinggi dalam sehari |
Jumat, 6 November 2020 Jam 08.00 WIB |
1. Melibatkan keluarga dalam mengingatkan
klien untuk secara bertahap menghentikan konsumsi kopi 2. Mendampingi klien dalam melakukan
relaksasi otot progresif |
Jumat 6 November
2020 Jam 11.00 WIB S: -
Klien
mengatakan tidak lupa minum obat -
Klien
mengatakan keluarga membantu mengingatkannya untuk minum obat -
Klien
mengatakan sekarang minum kopi 2 gelas sehari dalam sehari -
Klien
mengatakan sudah mampu melakukan relaksasi otot progresif sendiri sambil
melihat video tutorial O: -
Klien
mampu melakukan relaksasi otot progresif secara mandiri sambil melihat video
tutorial -
Keluarga
aktif membantu mengingatkan klien minum obat dan mengingatkan klien untuk secara
bertahap menghentikan konsumsi kopi. -
TTV
Tn.A TD: 140/80 mmHg, N: 70 x/m, R: 18x/m A: Faktor risiko
hilang sebagian
P: Pertahankan
keterlibatan keluarga dan latihan relaksasi otot progresif |
Daftar Pustaka
1. Jacobs M, Fox T. Using the “Timed Up and
Go/TUG”Test to Predict Risk of Falls. Assisted Living Consult. 2008;2.

No comments:
Post a Comment